HOT..!!

abg

Nikmatnya kontol keluar masuk lubang memek abg

HP Aditya berbunyi , rupa kabar dari rumah sakit tempatnya bekerja .Rupanya ada pasien gawat yang harus segera ditangani Aditya.Padahal Aditya masih berkeinginan untuk tinggal di sana bersama Rini 3-4 hari lagi.Suaminya menanyakan pada Rini , mau ikut , atau masih mau di sini . Rini memutuskan untuk tetap di villa itu . Akhirnya Aditya berangkat ke Semarang sendirian . Aditya pun berpesan pada Rini untuk hati hati dan minta Parjo menjaga Rini. Parjo pun dengan senang hati menerima pesan Aditya itu.Setelah Aditya berangkat pagi itu, Rini pun minta pak Parjo menemaninya meninjau perkebunan milik neneknya. Rini memberanikan diri , toh dia berpikir , ini siang hari , jadi lebih aman . Parjo yang selama ini di beri tugas mengawasi perkebunan itu bersedia mengantar Rini, dengan menaiki bukit yang dipenuhi batang batang kayu yang rindang itu . Selama perjalanan Parjo bertindak sangat sopan dengan Rini . Mereka berbicara santai , dan anehnya Rini merasa tenang di samping Parjo . Dan Rini mulai merasa suka dengan sikap Parjo , yang jika dilihat dari umurnya , pantas menjadi ayahnya .Merekapun kembali pulang ke villa dengan menuruni bukit bukit itu.Namun karena kurang hati hati, Rini terpeleset di jalan yang berumputan yang licin karena embun. Dengan sigap, Parjo refleks menangkap tubuh Rini yang hampir bergulingan ke bawah. Tubuh ramping dan berisi itu,jatuh kedalam pelukannya. Selanjutnya karena takut terpeleset lagi Rini pun minta Parjo untuk membimbing tangannya dengan memegangnya selama penurunan. Kembali Parjo merasakan kehalusan dan kehangatan tangan dokter cantik itu dengan bebas. Malam harinya , Parjo masuk kedalam ruang utama villa itu. Ia menemukan Rini yang sedang menerima telpon dari suaminya. Mata Parjo menatap tubuh Rini , yang terlihat sexy , dengan gaun tidur pink , agak tipis . Setelah pembicaraannya selesai ,Rini bertanya pada Parjo “ ada apa pak Parjo “ . “ oh engak bu , hanya mengecek , sepertinya kemarin ada bola lampu yang putus “ jawab Parjo .Setelah selesai Parjo mengecek , lampu lampu di ruang utama itu , Parjo pamitan . Tapi Rini memanggilnya . Pak Parjo menghentikan langkahnya . Dan berbalik “ ada apa bu ..” . “ ah , engak cuma mau tanya sedikit “ kata Rini , sambil duduk di kursi , antik yang terbuat dari kayu jati . Mata Parjo menatap , paha putih Rini , yang agak terbuka , karena gaun tidur itu terangkat sedikit. Tapi Rini segera mengantipasi , dia mengabil bantal , sandaran kursi , dan menutup pahanya .“ pak Parjo , saya merasakan ada misteri di balik pohon tua itu , apa pak Parjo menyadarinya ? “ tanya Rini . “ eh , anu , kalau soal itu saya kurang tahu bu , yang saya tahu , eyang bu Rini , wanti wanti pesan sama saya apapun yang terjadi , pohon itu tak boleh di ganggu “ pak Parjo menjawab pertanyaan Rini panjang lebar .Rini pun mendengar keterangan Parjo dengan seksama , Rini juga bertanya tentang mimpi anehnya. Rini bercerita secara detail , membuat Parjo terperangah . “ Maksud ibu , saya memperkosa ibu dengan batuan pohon angker itu? “ tanya Parjo . “ yah , dalam mimpi itu , tapi mimpi itu begitu nyata “ jawab Rini . Parjo menghela nafas , “ saya rasa itu cuma bunga tidur bu ..” ujar Parjo . “ tidak Parjo , otak saya masih mampu berpikir , realistis , ini mimpi yang benar benar aneh “ kata Rini .Parjo diam sesaat , dia menatap Rini , akhirnya dia membuka suara , Parjo mengakui bahwa di villa ini memang ada penunggunya,namun karena telah sering dan lama tinggal di situ ia pun tidak terganggu lagi. Mereka terus berbincang bincang , sampai agak larut , akhirnya Rini minta diri untuk istirahat karena badannya agak lelah dan mulai ngantuk. Lalu Rini masuk kekamarnya . Ia lalu menyelimuti tubuhnya yang terbaring dengan selimut tebal yang ada dikamar itu.Beberapa saat kemudian ia tertidur. Namun tidak lama kemudian serasa bermimpi ia melihat pintu jendela kamarnya terkuak dan dahan dahan pohon angker itu merayap cepat , berusaha mendekati ranjangnya dan akan mencekiknya. Rini terbangun dan berteriak teriak minta tolong. Rini meloncat dari ranjangnya . dan tiba tiba terbagun dari mimpinya, namun ia tak melihat dahan dahan pohon angker itu dan tidak meninggalkan jejak sama sekali. Jendela kamarnya pun tetap tertutup rapi. Mimpi buruk itu semakin membuatnya takut.Rini yg masih di hinggapi perasaan takut lalu keluar dari kamarnya. Ia berlari dan membuka pintu rumah. Rini langsung berlari ke belakang , mengetuk pintu kamar Parjo . Rini tak berani melihat ke arah pohon angker itu . Begitu daun pintu terbuka ,Rini langsung menghambur ke tubuh Parjo dan memeluknya.Dengan sangat takut ia menangis dan menceritakan apa yang baru saja di alaminya . Parjo dengan bebas lalu membelai rambut Rini. mendudukkan Rini di kursi yang ada di dalam kamarnya . Malam itu Rini tak berani pindah ke dalam kamarnya di rumah villa itu . Rini merasa lebih aman di kamar tidur Parjo. Seiring malam yang merangkak , Rini kini telah pindah posisi , tidak lagi duduk di kursi , tapi duduk tepat di sebelah Parjo di pingir ranjang . Sambil terus membelai rambut sebahu Rini , Parjo pun mulai berani berbuat lebih . Entah karena udara dan suasana yang dingin atau kesepian Rini yang datang tiba tiba. Parjo tiba tiba saja telah mengulum bibir Rini. Tanpa menolak , Rini membalas ciuman Parjo , Mata Rini memejam , lidah Rini dengan nakal bermain lincah di dalam mulut Parjo . Tentu saja semuanya di layani Parjo dengan nafsu . Seperti ada yang merasuki tubuhnya , tangan Rini meraba raba selangkangan Parjo , mencari cari penis besarnya , tanpa rasa ragu ataupun malu .Satu tatapan , tajam bola mata Parjo , memerintahkan Rini berbuat lebih . Sambil berjongkok , melebarkan kakinya , Rini mengulum penis Parjo . yang telah ereksi keras .Mata Parjo liar , menatap selangkangan Rini yang masih terbungkus celana dalam pinknya . Rini tak memperdulikannya , yang jelas , Rini sangat menikmati , mengulum batang penis Parjo.
zonot
10-06-2006, 01:06 AM
Parjo pun mengerang , menikmati sedotan , dan jilatan nafsu Rini . Tanpa merasa lelah , kepala Rini bergerak maju mundur , memberi Parjo kenikmatan . Usaha Rini tak sia sia , Semburan sperma Parjo , memenuhi mulutnya , Semua Spermanya , di telan habis oleh Rini , seperti tanah tandus , yang membutuhkan siraman air , di musim kemarau .Parjo tersenyum puas , Dia mengangkat , tubuh Rini , melepas baju tidurnya . Dan menatap buah dada bulat padat Rini . Kedua tangan Parjo , meremas buah dada Rini , membuat dia mengerang . Dan jilatan lidah Parjo , di putting susunya membuat birahi Rini semakin meninggi .Tubuh Rini di baringkan , Parjo pun melepas celana dalam pink Rini . Sambil memegang celana dalam pink itu , Parjo melihat selangkangan celana dalam pink itu . “ hem , anak muda zaman sekarang , baru di jilat sedikit udah basah .. “ seloroh Parjo . Muka Rini memerah , dia malu , tapi birahinya mengalahkan semua rasa malunya .Jari telunjuk Parjo bergerak masuk ke liang basah vagina Rini , rasa tersengat aliran listrik di alami secara nyata oleh Rini . Jari itu bergerak , menyodok nyodok liang vaginanya . Rini mengerang ngerang , kenikmatan . Jari Parjo seperti mempunyai kekuatan magis , sebentar saja , tubuh Rini mengejang di buatnya .Rini mendapat orgasmenya , di sertai jeritan nikmat Rini . Parjo tersenyum puas , melihat tubuh Rini , mengejang , dengan nafas tersengal sengal . Sekarang penis Parjo telah berhapan dengan vagina Rini . Ujung penis itu telah menyetuh bibir vagina Rini .Parjo menghentak , jerit Rini terdengar keras .Penis itu bergerak cepat , keluar masuk liang vagina Rini . Kedua tangan Rini mencengkram erat bahu Parjo , seakan tak mau melepaskan tubuh Parjo , yang tengah menyetubuhinya . Rini terus mengerang kenikmatan , dan Rini pun kembali mendapat orgasme . Parjo tampak masih belum apa apa , Penis besarnya masih terus bergerak cepat , menghentak liang vagina Rini .Semua bagian tubuh Rini , seakan menjadi begitu sensitif , Bibir vaginanya seakan menebal , klitorisnya membesar , karena nafsu birahinya . Didalam kamar Parjo itu , entah berapa kali Rini mendaki puncak orgasme yang dihantarkan Pak Parjo.Ia seakan kewalahan mengalahkan gairah laki laki tua itu.Saat saat , dimana Rini sudah sangat lemas , Parjo pun melepaskan seluruh cairan birahinya . Liang vagina Rini , terasa hangat , oleh sperma Parjo . Saat sebelum Parjo mencabut batang penisnya , Parjo masih merasakan denyut denyut dinding vagina Rini , meremas batang penisnya .Malam itu Rini , terlelap dalam pelukan seorang Parjo . Tidak ada mimpi seram . Hanya kenikmatan sexual yang mengairahakan Rini .Selama beberapa hari kemudian menjelang di jemput suaminya Rini selalu ditemani Parjo. Rini pun akhirnya berani tidur dikamarnya itu karena ada yg menemaninya yaitu Parjo.Selama Parjo menemaninya , Rini selalu di hibur Parjo dengan kemesraan dan menghantarkannya ke puncak hubungan pria dan wanita seutuhnya. Parjo pun dengan bebas telah menumpahkan cairan birahinya di dalam rahim Rini.

3 komentar: